
Zakat berasal dari kata "zaka" yang berarti suci dan bersih. Menunaikan zakat maal(harta) akan mensucikan dan membersihkan harta kita, sedangkan zakat fitrah akan mengembalikan diri kita kepada kesucian dan kembali kepada fitrah.
Dasar Hukum zakat yaitu: Perintah Allah melalui Al-Qur'an Surat Al-Baqarah[2] ayat 43:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْن
"Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk."
Ketentuan Allah dalam Al-Qur'an, Surat At-Taubah [9] ayat 71:
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah SWT. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 menyatakan bahwa Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.
Jenis Zakat
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat maal.
1. Zakat Fitrah (zakat al-fitr)
Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan.
Dari Ibnu Umar RA berkata, Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik kepada budak, orang merdeka, orang laki-laki, orang perempuan, anak kecil serta orang dewasa dari kalangan muslim. Jadi, zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, hidup pada saat bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Di Indonesia, besaran zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Untuk kemudahan distribusi, saat ini zakat fitrah diperkenankan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ gandum (+-Rp.40.000,-), kurma (+- Rp.375.000), atau beras (+- Rp.34.000,-).
Zakat Fitrah ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Rasulullah SAW memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk mengerjakan salat idul fitri. (HR Imam Bukhari) Penyalurannya kepada mustahik harus dilaksanakan paling lambat sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri (saat sebelum khatib naik mimbar). Zakat fitrah ini dimaksudkan agar di Hari Raya Idul Fitri semua orang ikut merayakan dan merasakan kembali kepada fitrahnya manusia dengan menikmati makanan yang layak di hari raya itu. Semoga kita selalu diberikan kesempatan untuk berbagi kegembiraan dengan menunaikan zakat fitrah kita dengan makanan terbaik yang kita makan di Hari Raya itu, atau menggantinya dengan uang sebesar 1 sha’ (kedua lengan disatukan dan disorongkan ke makan kita, kira-kira dua setengah kilogram) makanan yang kita makan.
2. Zakat Maal
Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat maal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana terdapat dalam UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua yaitu Peraturan Menteri Agama No. 31/2019.
Zakat mal sebagaimana dimaksud pada paragraf di atas dengan nisab sebagai berikut:
1. Emas 85 gram
2. Perak 595 gram
3. Logam mulia lainnya 85 gram
4. Zakat atas uang dan surat berharga lainnya, adalah zakat yang dikenakan atas uang, harta yang disetarakan dengan uang, dan surat berharga lainnya yang telah mencapai nisab setara dengan 85 gram Emas.
5. Zakat perniagaan, adalah zakat yang dikenakan atas usaha perniagaan yang telah mencapai nisab setara dengan 85 gram emas
6. Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan, adalah zakat yang dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan, dan hasil hutan pada saat panen dengan nisab senilai 653 kg Gabah.
7. Zakat peternakan dan perikanan, adalah zakat yang dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab sbb:
- Sapi/Lembu 30-59 = 1 ekor anak sapi betina
60-69 = 2 ekor anak sapi jantan
70-79 = 1 ekor anak sapi betina dan 1 ekor anak sapi jantan
80-89 = 2 ekor anak sapi betina
90-99 = 3 ekor anak sapi jantan
110-119 = 2 ekor anak sapi betina dan 1 ekor anak sapi jantan
> 120 = 3 ekor anak sapi betina atau 3 ekor anak sapi jantan
- Kuda 30-59 = 1 ekor anak kuda betina
60-69 = 2 ekor anak kuda jantan
70-79 = 1 ekor anak kuda betina dan 1 ekor anak kuda jantan
80-89 = 2 ekor anak kuda betina
90-99 = 3 ekor anak kuda jantan
100-109 = 1 ekor anak kuda betina dan 2 ekor anak kuda jantan
110-119 = 2 ekor anak kuda betina dan 1 ekor anak kuda jantan
> 120 = 3 ekor anak kuda betina atau 3 ekor anak kuda jantan
- Kambing 5-9 = 1 ekor kambing
10-14 = 2 ekor kambing
15-19 = 3 ekor kambing
20-24 = 4 ekor kambing
6. Zakat pertambangan
Zakat pertambangan adalah zakat yang dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab senilai 85 gram emas,
7. Zakat perindustrian
Zakat perindustrian adalah zakat atas usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dengan nisab senilai emas 85 gram dan jasa senilai 653 kg Gabah,
8. Zakat pendapatan dan jasa
Zakat pendapatan dan jasa adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran, zakat ini dikenal juga sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan dengan nisab senilai 653 kg Gabah atau 524 kg beras,
9. Zakat rikaz
Zakat rikaz adalah zakat yang dikenakan atas harta temuan, di mana kadar zakatnya adalah 20% tanpa nisab.
Syarat Zakat Mal:
1. Harta yang dikenai zakat harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
2. Syarat harta yang dikenakan zakat maal sebagai berikut:
a. Milik penuh.
b. Halal.
c. Cukup nisab.
d. Haul (1 tahun)
3. Pengecualian syarat haul, tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.